Migas

Indonesia Aman, Sektor Migas RI Tak Terpengaruh Konflik Venezuela

Indonesia Aman, Sektor Migas RI Tak Terpengaruh Konflik Venezuela
Indonesia Aman, Sektor Migas RI Tak Terpengaruh Konflik Venezuela

JAKATA - Ketegangan geopolitik di Amerika Latin kembali mencuat setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela. 

Meski menimbulkan kekhawatiran global, pemerintah Indonesia memastikan situasi ini tidak berpengaruh signifikan terhadap pasokan energi nasional. 

Salah satu faktor utama adalah Indonesia tidak mengimpor minyak mentah dari Venezuela, sehingga rantai pasokan minyak domestik tetap stabil.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi. 

Analisis dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap harga minyak dan subsidi energi. Namun, Laode menekankan, kondisi saat ini aman karena sumber minyak mentah Indonesia berasal dari wilayah lain.

“Kita akan analisis, tetapi yang jelas, kondisi di negara saat ini stabil. Jadi tidak ada, belum [ada dampak ke Indonesia],” ujar Laode.

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil.”

Pengawasan Terhadap Kerja Sama Migas Dengan Venezuela

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memang sempat menjajaki kerja sama di bidang minyak dan gas bumi dengan Venezuela. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU pada 18 Januari 2024 antara Menteri ESDM periode 2019–2024 Arifin Tasrif dan Menteri Perminyakan Venezuela Pedo Rafael Tellechea.

MoU tersebut mencakup kerja sama bisnis hulu migas, penerapan teknologi untuk meningkatkan perolehan minyak tahap lanjut (EOR), pengembangan praktik ramah lingkungan, serta penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS). 

Selain itu, kerja sama juga terbuka bagi badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta, dengan tetap memperhatikan kontrak dan perjanjian yang ada.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa invasi AS kemungkinan memicu penyesuaian kerja sama migas. 

Penyesuaian ini terkait potensi perubahan pemerintahan di Venezuela, namun hingga saat ini belum berdampak pada aset migas anak usaha PT Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), Maurel & Prom (M&P).

“Tentunya ada perubahan ya karena kan pemerintahannya berganti,” jelas Airlangga.

Operasi Militer Tak Ganggu Harga Minyak

Meski konflik terjadi, harga minyak dunia relatif stabil, bergerak di kisaran US$63 per barel. Menurut Airlangga, operasi militer AS di Venezuela belum menimbulkan efek signifikan terhadap pasar global maupun domestik.

“Sejak nasionalisasi dengan Hugo Chavez, aset-aset AS dinasionalisasi. Dengan situasi begini sekarang ya kita monitor saja,” tegasnya. 

Pemerintah memastikan pemantauan berkelanjutan tetap dilakukan untuk mengantisipasi efek domino terhadap subsidi energi dan ketahanan pasokan.

Keputusan ini memberikan kelegaan bagi Indonesia, yang sebagian besar kebutuhan minyak mentahnya dipasok dari wilayah lain. Dengan demikian, potensi gangguan rantai pasokan dari Venezuela dapat diminimalkan, dan ketersediaan energi domestik tetap terjaga.

Potensi Pengembangan Blok Migas di Masa Depan

Meski saat ini risiko langsung dari Venezuela rendah, pemerintah tetap membuka peluang pengembangan investasi migas jangka panjang. 

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina International Exploration dan Production (PIEP), memiliki kesempatan menjajaki akuisisi blok migas baru di Venezuela.

Saat ini, PIEP memegang 40% saham Petroregional del Lago lewat M&P, usaha patungan yang mengoperasikan lapangan minyak Urdaneta Oeste di Danau Maracaibo. 

Kerja sama ini memungkinkan Indonesia tetap terlibat dalam pengembangan sumber daya energi global, meskipun risiko geopolitik meningkat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi nasional. Dengan mengurangi ketergantungan pada satu sumber atau wilayah tertentu, Indonesia mampu menjaga ketahanan energi sekaligus memanfaatkan peluang investasi internasional yang potensial.

Fokus pada Ketahanan Energi dan Diversifikasi

Pemerintah menekankan pentingnya memantau perkembangan global, tetapi tetap menegaskan bahwa pasokan energi nasional aman. Diversifikasi sumber minyak menjadi kunci stabilitas, sementara kerja sama internasional tetap dikembangkan dengan risiko yang dikelola.

Dengan langkah ini, Indonesia memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi tanpa terganggu oleh dinamika geopolitik di Venezuela. Pemerintah akan terus memonitor situasi, menyesuaikan kebijakan bila diperlukan, dan memanfaatkan peluang strategis di sektor migas global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index